Helen keller
Serba-serbi Helen Keller
Peduli Sejak Kecil. Karena keajaibannya', Helen kecil telah termasyhur di Amerika. Orang-orang tertarik untuk mengetahui apapun tentang dirinya. Suatu har, berita kematian anjingnya diliput media. Orang-orang bersimpati dengan menanari bantuan, Helen tidak butuh, Namun ia mengatakan bersedia menerima uang atas nama Tommy Stringer, bocah lelaki miskin tidak normal seperti dirinya di Pennsylvania. la ingin uang tersebut bisa
mengirim Tommy bersekolah. Saat dewasa, kepeduliannya kian tampak dengan mendirikan yayasan dan berkampanye untuk itu. Bisa Menguasai Bahasa Asing dengan Cepat. Sekitar tahun 1888, Helen dibawa ke Institute Perkins, sekolah khusus tunanetra di Boston. la sering melewatkan musim dinginnya belajar di sana, termasuk bahasa Prancis. Hebatnya, ia berhasil menguasai bahasa tersebut hanya dalam tiga bulan. Tahun 1890, Helen menulis surat kepada sang direktur lembaga, Michael Anagnos dalam bahasa Prancis. Anagnos berkomentar, ".. Aku tidak cukup siap untuk percaya bahwa dia akan berhasil menguasai bahasa Prancis dalam tiga bulan.
Padahal seorang anak Amerika dengan indera lengkap belum tentu bis
menguasainya dalam waktu kurang dari setahun.
Apakah Helen hebat hanya ketika ada Annie Sullivan disampingnya
Memang di awal masa belajarnya, ia sangat tergantung pada gurunya. Namun itu hanya sementara. Terbukti setelah sang guru wafat di tahun 1936, Helen mampu menulis lagi tiga buah buku. Salah satunya adalah buku yang khususia terbitkan tentang sang guru, yang berjudul: Teacher: Anne Sullivan Macy, Totalia menulis 23 buku sepanjang hidupnya. Si Bisu itu Bisa Bicara? Mengetahui ada orang bisu yang mampu keluar dari cacatnya, Helen pun berusaha untuk bisa bicara. Namun walau telah belajar bicara sejak usia 10 tahun, ucapan Helen masih susah dimengerti kecuali orang orang dekatnya. Helen juga terus belajar agar vokalnya keras dan bisa dipahami. Semangatnya mengantarkannya berani berpidato di depan publik pertama kali di New Jersey (1913). Penampilannya perdananya itu amat tidak memuaskan bagi dirinya. Namun sang guru segera mengambil inisiatif hebat. la menyuruh Helen terus berpidato, dan ia mengulangi apa yang diucapkan kata per kata untuk memastikan hadirin mengerti. Walau Helen amat kecewa dengan
penampilannya, ternyata publik simpatik dan antusias. Kemudian bicara tidak
lagi menjadi masalah berat baginya. Sejak itu, kehidupannya terus diisi dengan
pidato dan pidato. Mana Untuk Guruku? Sepanjang hidupnya, Helen menerima banyak penghargaan. Namun ia tidak lupa menunjukkan simpatinya bagi sang guru, Bersama-sama kami menjalani masa di kampus Radcliffe. Selama 4 tahun, han demi hari, dia duduk di sampingku dalam ruang kuliah. Dan ia mengejakan ke tanganku kata per kata yang diucapkan profesor, dan hampir semua buku dibacakannya kepadaku dengan cara yang sama. Namun ketika aku menerima gelar dari Radcliffe, tak sepatah pun kata penghargaan diberikan padanya yang kurasa karena ketidakpedulian ini masih menjadi duri dalam ingatanku Harapan Helen terkabul. Majalah Good Housekeeping memilih Helen dan A sebagai satu dari 12 perempuan hebat Amerika secara bersamaan

Komentar
Posting Komentar