Lupa itu penting

" kita mudah melupakan sesuatu bukan karena kita tidak bisa mengingatnya, melainkan karena kita menemukan cara untuk mengingatnya " Rene Descartes


        banyak orang mengeluh bahwa ia mudah lupa akan sesuatu titik ia lupa dengan janjinya, lupa menaruh barangnya, berupa menelpon seseorang, bahkan lupa pelajaran yang baru saja di sampaikan. Maka banyak orang berusaha menemukan obat anti lupa. Tahukah kamu itu sama sekali tidak diperlukan.

        Apa jadinya jika kita tidak mudah lupa atau tidak bisa lupa ? tentu anda akan ingat semua masalah anda, anda akan ingat semua pengalaman masa lalu yang baik ataupun yang buruk anda akan ingat semua mimpi bahkan mimpi-mimpi buruk anda. Mengerikan bukan? Hidup kita tidak akan nyaman, kita akan diburu stres, dan beban kita akan sangat banyak. Maukah kita? Tentu tidak. itulah sebabnya kita harus bersyukur pada Allah yang memberi mekanisme lupa bagi otak kita.

         maka kita perlu mengosongkan sebagian ingatan kita, karena tidak semua ingatan itu kita inginkan. Lupa adalah anugerah. Tapi ingat tentu anugrah juga. Maka tugas kita adalah mengaturnya dalam memanajemen lupa. Ya , lupa dan ingat pun harus kita kelola. Dan kitalah si pengelola itu.

Ada banyak sebab kita melupakan sesuatu: 


1. Kita memang ingin melupakannya.

tahukah anda bahwa mungkin anda tidak pernah bisa menghafal ayat kitab suci atau alamat seseorang karena memang Anda tidak pernah mau menghafal atau mengingat nya. kita selalu masuk kelas biologi tapi kita tak pernah berniat mengingat apa yang dijelaskan guru, tentu kita tak akan bisa mengingatnya.

2. Kita tidak pernah mengulangi lagi memori itu.

jika memori itu tidak penting sehingga tidak pernah kita panggil lagi, maka otak akan menganggapnya tidak penting dan ia akan menghapusnya. Maka anda harus sering mengulang apa yang ingin anda ingat. untuk hal ini anda harus tahu apa ingatan jangka pendek dan apa ingatan jangka panjang.

3. Kurangnya pengertian.

otak kadang tidak menyimpan sesuatu karena otak tidak memahami apa yang harus diingat itu. misalnya kita bertemu istilah sulit yang kita tidak juga bisa memahaminya, maka otak pun akan menyimpannya. sebaliknya, jika kita memahami pengertiannya, maka otak dengan mudah menyimpannya.

4. Tak ada kesan.

jika anda punya 3 teman dengan nama yang sama mungkin anda akan segera melupakannya. maka jika anda punya nama yang sangat banyak dipakai orang lain seperti Budi, pria, Rini, Muhammad, Yudi, atau Sari, Anda harus membuat sesuatu yang berbeda agar orang mudah mengingat. misalnya jika ada 4 orang bernama Sari di kelas Anda titik maka anda harus menjadi Sari yang berbeda, Sari yang berkesan, misalnya Anda harus menjadi murid yang lucu pintar, suka mentraktir, atau suka buat ibu. Bukankah guru di TK atau SD hanya ingat 3 orang saja: murid yang paling pintar, paling bodoh, atau paling nakal.

5. Tidak percaya diri.

dalam banyak kasus siswa memperoleh nilai ujian yang bagus dan masuk perguruan tinggi yang selektif karena ia sesungguhnya telah belajar mempercayai diri sendiri dan sejak kecil pun sang orangtua telah menyebut mereka anak pintar. siswa-siswa ini pun beruntung bertemu guru yang tepat dan masuk sekolah yang tepat. karena di tempat itu, mereka telah dilatih untuk percaya diri titik sebaliknya, anak-anak yang sudah direndahkan kepercayaan dirinya akan terbentuk mekanisme di otaknya yang sepertinya menolak untuk mengingat.

6. Stres dan penyakit.

stres membuat kita tegang karena bertumpukan beban tekanan atau masalah titik setelah akan membuat kita sulit berkonsentrasi dan sangat mempengaruhi ingatan kita. Maka cara belajar paling efektif adalah dengan belajar penuh kenyamanan dan jauh dari kata stress.

          begitu pula penyakit titik penyakit menjadi masalah karena penyakit sering mengganggu konsentrasi belajar titik saat mendapat penyakit pikiran kita akan diforsir untuk hanya memikirkan penyakit itu.




   

Komentar