Tak ada yang abadi

  Waktu akan berganti , rumput itu tumbuh terkena curah hujan . Hijau bergemerlap laksana taman yang indah , semua orang menyadari dan mengagumi .seiring bergilir nya waktu , tanpa di sadari kini rumput hijau yang berbunga itu kian lebat , terik mathari panas itu telah memanjakan mata , angin sepoi sepoi pun memanjakan diri tuk menatap indahnya bak bunga bunga taman.

  Waktu terus bergilir , kini terik matahari telah memberi efeknya. Rumput berbunga itu telah tumbuh dewasa , kini terlihat kering kecoklat coklatan , warna hijau pun kian memudar.

  Kupandangi dan kuberfikir " tak ada yang abdi" kini rumput berbunga itu tak lagi indah sepertj dulu, kini rumput itu sudah kering terhembus angin terbakar terik panas matahari .ku berkata dalam hati"begitulah kehidupan ini" .semua tak ada yang abadi.

  Begitulah dengan kehidupan dunia ini,hanyalah sebentar. Hari akan berganti ,tubuh akan tetap tumbuh sampai batas waktu besar nya, kulit akan keriput , tulang akan rapuh, rambut akan memutih . Semua akan terasa begitu cepat , bahkan tak ada yang menyadari nya.

  Sadarlah , karena dunia inj adalah sementara , kau akan mati dan anak cucumu akan mengantikan mu begitupula seterusnya

 وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا (45)


Komentar